Culture Shock Mahasiswa Baru dalam Transisi dari Rumah ke Surabaya


Penulis: Adyatma Arya Danendra | NIM: 24041184122

Merantau ke kota besar seperti Surabaya adalah pengalaman yang tak terlupakan bagi banyak mahasiswa baru. Meninggalkan kenyamanan rumah dan beradaptasi dengan lingkungan baru tentu saja penuh tantangan, mulai dari masalah finansial, lingkungan pertemanan mahasiswa, perbedaan cara belajar SMA dan universitas yang sering kali berujung pada culture shock. Untuk memahami lebih dalam mengenai pengalaman mahasiswa baru menghadapi fenomena ini, penulis melakukan wawancara dengan salah satu mahasiswa yang baru saja pindah ke Surabaya untuk melanjutkan studi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai pengalaman culture shock yang dialami mahasiswa baru saat bertransisi dari kehidupan di kampung halaman menuju kehidupan di kota Surabaya.


Wawancara dilakukan secara semi-struktural dengan beberapa mahasiswa yang baru memulai kuliah tahun ini di Universitas Negeri Surabaya Program Studi Teknik Elektro asal Madiun yang bernama Deffan dan Fadhil. Sesi wawancara berlangsung selama sekitar 30-45 menit dan difokuskan pada pengalaman mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru, tantangan yang mereka hadapi, dan strategi adaptasi yang mereka gunakan.


Dari hasil wawancara, ditemukan beberapa tema utama terkait pengalaman culture shock mahasiswa baru di Surabaya.

  • Perbedaan Gaya Hidup 

Deffan merasakan perbedaan yang signifikan antara gaya hidup di kampung halaman dan Surabaya. Begitu juga dengan Fadhil. Fadhil merasa kehidupan di kota besar lebih cepat, lebih padat, dan lebih individualis dibandingkan di kampung halaman yang cenderung lebih lambat dan lebih terikat  satu sama lain.

  • Kesulitan Beradaptasi

Kesulitan beradaptasi yang paling sering Deffan sebutkan adalah kesulitan mencari teman, menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, dan mengatur keuangan. Sedangkan masalah utama yang sering Fadhil alami pada awalnya adalah kesulitan dalam transportasi dan mencari kos yang sesuai.

  • Strategi Mengatasi Culture Shock

Untuk mengatasi culture shock, Deffan dan Fadhil menggunakan beberapa strategi, salah satunya adalah dengan aktif mencari teman baru, baik sesama mahasiswa maupun warga lokal. Selain itu, mereka juga berusaha untuk lebih mandiri dan terbuka terhadap pengalaman baru.

  • Dampak Culture Shock

Culture shock memberikan dampak yang beragam bagi setiap individu. Ada yang merasa tertekan dan stres, namun mereka cenderung merasa lebih dewasa dan mandiri setelah melalui beberapa pengalaman pahit tersebut.


Culture shock merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pengalaman merantau. Mahasiswa baru di Surabaya umumnya mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan gaya hidup yang berbeda, mencari teman, dan mengatur keuangan. Namun, dengan strategi yang tepat, mereka mampu mengatasi culture shock dan bahkan tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat.

Comments

Popular posts from this blog

Pesona Sanggar Tari Ibu Kota "JKT48"

Fenomena Kafe sebagai Ruang Belajar Alternatif pada Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya

Panas Terik Biang Cuan bagi Pelaku UMKM Es Teh di Surabaya