Kuku Berubah Jadi Kanvas: Gen-Z Kini Ekspresikan Diri Melalui Nail Art

 

Nail art menjadi salah satu tren kecantikan yang tengah naik daun di kalangan remaja Gen-Z. Nail art awalnya hanya sekedar perawatan kuku biasa, seiring perkembangan zaman nail art pun kini telah menjadi seni yang digunakan seseorang untuk mengekspresikan diri, kreativitas, dan kepribadian mereka. Pada akhirnya nail art menjadi lifestyle bagi perempuan di Indonesia, terutama di kota-kota besar. Hal ini dapat dilihat dari semakin berkembangnya usaha jasa yang bergerak di bidang tersebut. Untuk jasa ini sendiri biasanya dibanderol mulai dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah tergantung dari treatment yang kita inginkan. Dan kali ini saya diberikan kesempatan untuk mencoba nail art di salah satu salon yang ada di Surabaya. 

“Aku sendiri mahasiswi jurusan Kesehatan Masyarakat di Univeritas Nahdlatul Ulama Surabaya, Mbak. Tapi karena memang dari dulu suka gambar jadi sekarang kerjaannya agak melenceng jauh ya.” ujar Dinda, salah satu nail artist di salon tersebut. 

Salah satu fakta menarik yang saya temukan adalah kebanyakan nail artist disini masih sangat muda sekali dan bahkan ada beberapa yang masih duduk di bangku sekolah. Tentunya ini menjadi dampak yang positif karena dapat melatih jiwa wirausaha mereka, mulai dari memasarkan jasa, melayani pelanggan, hingga mengelola keuangan. Bagi pelajar, menjadi nail artist dapat mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif dan produktif, daripada menghabiskan waktu dengan hal-hal yang kurang bermanfaat. 

Di era yang serba digital ini, kebanyakan salon sudah menggunakan media sosial sebagai alat promosi utamanya. Mereka dapat menggunakan media sosial untuk mempromosikan jasa mereka tanpa mengeluarkan biaya yang tinggi untuk memasang iklan. Mereka juga dapat dengan mudah menarik perhatian Gen-Z hanya dengan memposting foto dan video semenarik mungkin serta membangun branding yang kreatif dan inovatif. 

Peran media sosial juga tak kalah penting sebagai pembuka jalan bagi tren nail art ini berkembang luas. Karena apa yang menjadi tren hari ini dapat berubah dalam seminggu, ditambah lagi Gen-Z yang sangat responsif terhadap perubahan ada. Karena mereka cenderung mengikuti tren terbaru dan beradaptasi dengan cepat. Ketakutan akan ketertinggalan tren atau yang biasa kita kenal dengan Fear Of Missing Out (FOMO) adalah alasan utama mengapa para remaja zaman sekarang selalu ingin terus update akan suatu tren. Hal ini dapat dibuktikan melalui wawancara saya dengan salah satu pelanggan di samping saya saat itu. 

"Kebetulan aku tau tempat ini dari TikTok kak, apalagi ditambah harganya terjangkau bagiku yang anak kost. Karena aku emang anaknya fear of missing banget sih, jadi pas tadi kebetulan ada waktu jadi langsung mampir kesini. Kalo bagi aku sendiri nail art itu hobby aja sih kak, aku suka nyesuaiin kuku sama acara besar di bulan itu, misalnya kayak sekarang ini aku mutusin buat pake warna maroon karena temanku bulan ini ada yang ulang tahun dan aku menyesuaikan warna dresscode buat acaranya" ungkap Nadine.





Pada akhirnya, nail art telah menjelma menjadi lebih dari sekadar perawatan kuku biasa. Bagi Gen-Z, ini adalah kanvas untuk mengekspresikan diri, kreativitas, dan kepribadian mereka. Kreativitas anak muda yang tiada batasnya dan penggunaan media sosial sebagai platform utama, menambah kemungkinan mereka saling terhubung dengan orang yang memiliki minat yang sama. Dengan banyaknya alasan itu, tidak heran jika nail art telah menjadi salah satu tren yang paling diminati oleh remaja saat ini. 


Oleh : Andhita Salsabillah Putri
NIM : 24041184080

Comments

Popular posts from this blog

Pesona Sanggar Tari Ibu Kota "JKT48"

Fenomena Kafe sebagai Ruang Belajar Alternatif pada Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya

Panas Terik Biang Cuan bagi Pelaku UMKM Es Teh di Surabaya