Tiga Kata, Parkiran Fisipol PENUHH!!
Video Profil Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum 2023 (youtube.com)
Pagi yang cerah. Waktu menunjukkan jam 10.15 pada jam tangan Elhan, seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi yang sedang bergegas pergi ke kampusnya yaitu Universitas Negeri Surabaya atau Unesa yang terletak di Ketintang. Menerobos kemacetan yang luar biasa, dia akhirnya masuk ke gerbang Unesa Ketintang. Langsung saja dia melewati Taman Geografi untuk masuk ke tempat parkir, tetapi belum saja masuk, dia sudah menghela nafas melihat lautan motor yang terparkir. Lantas, apa yang membuat lahan parkir Fisipol ini penuh?
Unesa, salah satu Perguruan Tinggi Berbadan Hukum di Surabaya, ternyata memiliki beberapa kesulitan dalam kampusnya di Ketintang. Salah satunya yang saya, teman-teman, kakak tingkat, bahkan dosen seringkali hadapi, yaitu keterbatasan lahan parkir. Tidak jarang lahan parkir Fisipol itu sangat penuh bahkan sampai menolak kendaraan bermotor untuk parkir akibat terlalu penuh, meskipun masih banyak mahasiswa yang membutuhkannya.
Fenomena ini tidak terlepas dari peningkatan jumlah mahasiswa baru yang diterima oleh Unesa. Pada tahun 2024 ini, Fisipol menerima sebanyak 1800 lebih mahasiswa, yang tentu saja menambah pengguna fasilitas yang ada termasuk lahan parkir.
Sebagian besar pengguna parkiran ini adalah mahasiswa dan dosen Fisipol. Banyak dari mahasiswa memilih untuk menggunakan sepeda motor sebagai moda transportasi utama mereka, sementara lahan parkir yang tersedia sangat terbatas. Hal ini menyebabkan kekurangan tempat parkir dan menjadi tantangan bagi mahasiswa dan dosen untuk berebut lahan parkir.
Saya bertanya kepada beberapa teman saya mengenai hal ini dan jawaban mereka kurang lebih sama. “Iya, itu parkiran penuh banget, belum lagi macetnya di depan. Tiap pagi capek banget harus cari parkiran dulu sebelum masuk kelas” kata Sultan. Lantas, mengapa mereka harus menggunakan sepeda motor? Bukankah lebih baik kos? “Aku sudah punya kos, tapi jauh banget. Kos yang layak di daerah Ketintang sudah penuh, jadi terpaksa harus pakai motor” kata Steve. Jawaban kedua teman saya ini hampir sama dengan beberapa teman lainnya yang saya tanyakan. Bahkan Mas Fahmi, seorang dosen ilmu komunikasi mengeluhkan hal yang sama.
Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari beliau saat mengajar, lahan parkir baru sedang dibangun di sebelah belakang gedung ilmu komunikasi. Lahan parkir ini dibangun dengan harapan dapat menambah kapasitas parkir dan mengurangi kepadatan yang terjadi di lapangan Fisipol dan taman parkir.
Selain itu, mungkin Unesa Ketintang dapat bekerja sama dengan pemerintah atau bahkan mengembangkan sistem transportasi publik agar dapat melintasi kawasan Ketintang bahkan melewati Unesa dari gerbang depan hingga gerbang belakang. Dengan adanya transportasi publik tersebut, diharapkan pengguna kendaraan bermotor di Unesa Ketintang khususnya pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik dapat berkurang sehingga tidak terjadi lagi kepadatan pada lahan parkir kampus.
Dengan upaya-upaya ini, saya berharap masalah parkir yang selama ini mengganggu aktivitas sehari-hari di Unesa Ketintang dapat diatasi secara efektif sehingga pengalaman kampus mahasiswa dapat menjadi lebih nyaman dan lancar.
Oleh Elhanan Andestra Lomboe NIM: 24041184115
Comments
Post a Comment